Kesultanan Peureulak terkenal sebagai penghasil kayu peureulak, jenis kayu berkualitas tinggi yang ideal untuk pembuatan kapal. Karena kualitas kayunya, banyak pedagang dari Gujarat, Arab, dan India tertarik untuk datang ke Peureulak.
Pada awal abad ke-8, Kerajaan Peureulak berkembang pesat menjadi bandar niaga yang sangat maju. Kemajuan ini membawa dampak pada maraknya perkawinan campuran antara saudagar muslim dengan penduduk setempat. Hasil dari interaksi ini adalah perkembangan Islam yang pesat di wilayah tersebut. Puncak kejayaan Peureulak terjadi pada masa kepemimpinan Perdana Menteri perempuan, Putri Nurul A’la. (Sumber: Nasution, I. F. A., & Miswari, M. (2017). Rekonstruksi Identitas Konflik Kesultanan Peureulak. Paramita: Historical Studies Journal, 27(2), 168-181.)
Makam Putri Nurul A’la terletak di Desa Seumanah Jaya, dekat dengan aliran sungai. Pada bagian nisan makamnya terdapat ukiran yang sudah mulai memudar. Lokasi makam Putri Nurul A’la menjadi saksi kejayaan dan pengaruh besar Peureulak dalam sejarah Islam di Nusantara.
Nisan Makam by ghozaliq on Sketchfab